Wedding Hoppers

I never consider myself as one of wedding goers. Bukan karena alasan peer-pressure tapi lebih karena ribetnya persiapan pakai jas resmi begitu (dan suka keringetan- hello we are in tropical county with ‘basket’ kind of climate). Dan dulu, kalau pakai batik suka dikatain bapak mentri/ pejabat pemda setempat. Belum lagi parkiran nya, belum lagi ngantri makanannya. Tapi yang namanya undangan wedding reception datang saban hari dari temen deket, keluarga bahkan client. Mau nggak mau datang dong.

Jujur ya, gue masih gagal mengerti kenapa orang rela menghabiskan uang ratusan juta untuk mengadakan acara kawinan (di hotel, gedung, dll) yang 3/4 crowd nya pasti gak di kenal juga. Dan lo berdiri semaleman. Sekali waktu gue pernah bilang ke temen; “mendingan buat DP rumah deh.. Ketahuan”. Tapi begitulah adat, norma dan gengsi bercampur aduk. Gak heran kalo business wedding organizer menjamur.

However, lately gue datang ke 3 wedding reception yang menarik. Salah satu nya menarik karena wedding adik kandung sendiri.

1. Weddingnya Ryan & Inez
Yang menarik dari wedding ini adalah konsepnya, detail-detail macam undangan, setting decor nya, bahkan seremoni nya. Dengan mengangkat tema sirkus, decor-decor ini pun nggak jadi sia-sia karena instagram material bgt. Sangat edgy dan berani break the typical modern wedding reception. Okay kalau datang ke kawinan yang seperti sih lumayan seru. Karena bisa non stop selfie dengan patung kuda carousel.

IMG_1475.JPGIMG_1478.JPG

2. Weddingnya Yudith & Iqbal
Karena ini kawinan adik sendiri mau nggak mau terlibat repot. Dari urusan akad sampai printilan macam entertainmentnya siapa fotografernya yang mana. Sangat sarat adat istiadat, yang gue yakin keluarga gue somehow gak peduli peduli amat sama prosesi adat dan agama ini. Keluarga gue itu tipikal keluarga simple, cenderung ignorance dan ga mau diribetin dengan urusan printilan akad dll. Jadi most of my family side was like .. “Ok what’s next… ?!” And my sister was like “I dunnoooooo”… Well paling nggak punya kesempatan ngumpul sama keluarga besar, rare moment bgt kan. Jarang-jarang bisa foto sama bokap. Ngobrol aja mungkin sekali setahun.

IMG_0224.JPG

IMG_0270.JPG

3. Weddingnya Egi & Dan
Yang gue suka dari resepsi ini adalah jumlah orangnya yang nggak banyak, lokasi yang exotic (plataran Borboudur), acara yang intimate dan detail acara yang menarik seperti menerbangkan lantern ala loy krathong dan free flow booze. Seandainya orang-orang Indonesia nggak usah seheboh itu bikin acara kawinan dan mau kayak gini, gue mau datang deh. Catering 2000 orang itu bisa ngasih kita berapa botol wine dan beer coba?!!

IMG_1369.JPG

IMG_1328.JPG

So yeah, again urusan wedding ini memang business yang gak pernah mati. Makanya banyak wedding organizer di luar sana. Nah sebelum gue di tanya “giliran lo kapan? Atau kapan nyusul?” mending gue selesaikan tulisan gue di sini ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s