Mengkotak-kotakkan Otak

Pernah nggak ngalamin problem di kantor trus lo bawa pulang ke rumah. Nanti sampai rumah uring-uringan ke pasangan, atau anak. Atau kebalikannya, problem dengan love life yang nggak kelar-kelar galaunya trus di bawa ke kantor. Akhirnya di kantor jadi moody, nggak fokus dan jadi negatif. Banyak lah ya. Gue aja sering banget. Tapi hari ini salah satu anak kantor tumben banget bijak. Dia bilang harusnya orang lebih pandai mengkotak-kotakkan pikiran. Kalau di rumah jalankan role sebagai istri, suami, bapak atau ibu. Nah di kantor jalankan role lo seperti jabatan lo. Eh gile tumben amat nih orang bijak dadakan.

Itu bener sih. Dan kebanyakan orang sulit banget memisahkan peran mereka di lingkungan yang berbeda. Ideal banget deh kalau bisa mengkotak-kotakkan otak kita.

Kayak sekarang, susah banget gue mau rajin olahraga. Alasannya simple, karena banyak kepikiran kerjaan dan stress jadinya ga ada power lagi. Aduh seandainya gue bisa memisahkan urusan kerjaan dan urusan after office hours. Tapi harus bisa. Kerjaan mah gak ada habisnya. Problem pasti selalu ada. Menikmati hidup pun juga harus. Keduanya harus jalan bersamaan. Tentunya di ruang yang berbeda-beda di otak kita itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s