The Art of Being Single

Kenapa sih takut dibilang jomblo? Takut dibilang nggak laku? Atau males dibilang picky? Okay sekarang berita baiknya buat orang yang single, nggak usah khawatir. Karena orang single itu orang yang paling nggak egois sedunia. Kenapa?

Gue perhatiin banyak anak muda single dan belum punya pasangan itu aktif di berbagai macam organisasi dan komunitas. Dan nggak sedikit komunitas yang mengarah ke hal-hal yang positif. Anak-anak jomblo doyan ngumpul. Biasanya juga nggak sedikit kegiatan ngumpul itu banyak yang menghasilkan dan berguna. Kadang ada yang sesimple update video nyanyinya di youtube, ikut di organisasi kemanusiaan, kesehatan dan lain-lain. Jadi jomblo itu bisa berguna bagi banyak orang karena idle time nya banyak. Jangan sedih kalau single. Waktu mu lebih berguna buat orang lain.

Sekarang bayangkan pasangan-pasangan muda di luar sana. Kerjanya ngurusin satu sama lain dan maunya senang-senang aja berdua. Dari nonton berdua, traveling berdua, olahraga berdua, makan berdua, manja-manjaan berdua, berantem pun berdua. Belum lagi kalau dramanya kambuh. Obrolan juga paling nggak jauh dari manja-manjaan. Weekend pasti heboh merencanakan waktu berdua (aja). Jarang kan ada pasangan muda yang mendadak jadi orang yang bisa berguna buat banyak orang karena mereka sudah habis waktunya buat pasangan mereka. Selalunya komunitas. Kecuali kalau pasangan itu bukan pasangan baru dan mereka pun sudah malas sibuk berdua. Gak heran kalau ada di satu komunitas yang baru pacaran mendadak menghilang dari pergaulan. Nggak salah dong kalau gue bilang pasangan itu orang yang paling egois.

Jadi buat para jomblo, mumpung single, manfaatin waktu luang lo untuk menghasilkan hal yang berguna dan produktif buat orang lain sebelum lo bertemu jodoh lo dan jadi robot yang bernama pasangan.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. penduduk casman says:

    IMO, orang single itu cenderung lebih egois drpd orang yg punya pasangan. Justru hidup berpasangan melatih, kalau tidak memaksa, kita untuk menahan ego sendiri dengan memperhatikan kebutuhan pasangan. Gak mudah menyatukan isi dua kepala.

    Mengenai waktu untuk komunitas, tetap bisa diatur walau sudah berpasangan. Masalah prioritas aja kok. Gak melulu dihabiskan dgn bermanja2an. Berdua bisa tetep melakukan hal yg produktif dan berguna buat sesama.Tergantung niat dan Interest dari keduanya. Kalo keduanya punya Interest yg sama terhadap komunitas, pasti tetep bisa dilakukan bersama. Kalau ternyata hanya salah satu yg punya Interest, balik lagi ke persoalan di atas: kompromi ego masing2.

    Just my 2 cents.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s