Can We be More Efficient in Our Social Life?

Yes we definitely should be an efficient person in our professional life. Misalnya meeting. Menurut gue waktu yang efisien untuk sebuah meeting adalah 1-1,5 jam. Lebih dari itu obrolan akan menuju ke printilan detail, curhat klien, idealisme CEO (kalau meeting dengan CEO yang suka curhat) dan office politic. Jakarta itu macet, jadi kalau meeting bisa sampai 3 jam, trus perjalanan pulangnya aja sudah 1 jam sendiri dan perginya let’s say 30 menit.Total yang dihabiskan untuk klien ini adalah 4,5 jam. Total jam kerja kita sehari adalah 7-8 jam. Sisanya cuma 3jam! Sejamnya untuk makan siang. 2 jam itulah sisa mengerjakan daily task kita. Seperti balas email, ngotak ngatik budget, revisi pekerjaan dll. Seringkali gue dan team mencoba nge-lead meeting untuk nggak ngalor ngidul. Tapi nggak segampang itu untuk urusan social life.

Beberapa kali gue bikin janji dengan teman main atau teman-teman di komunitas sosial untuk menggarap sebuah kegiatan atau membicarakan liburan bareng saat weekend. Susah banget untuk membatasi dan memperkirakan berapa lama ‘meeting’ itu berlangsung. Janjian jam 11, misalnya, yang nongol lengkap pas jam 12 lewat, kemudian ngobrol kesana sini sejam baru deh ngoborlin agenda meeting itu selama satu setengah jam. Itu pun juga setelah selesai membicarakan agenda utama, obrolan makin ke sana sini dan akhirnya another one hour. Jadi total kalau gue datang dari jam 11, gue baru selesai jam 3 atau jam 4. Itu juga kalau nggak ada pressure untuk lanjut lagi nongkrong di mana.

Nggak ada yang salah dengan ngumpul-ngumpul dan bergaul selama itu sih. Sayangnya gue nggak bisa mendedikasikan sabtu minggu hanya untuk kegiatan ngumpul ini. Pasti kan kita butuh space untuk diri sendiri, beli keperluan dan groceries yang belum sempat dikerjakan saat weekdays, janjian ketemu teman lainnya, nonton, ke gym dll. Sulit sekali jadi orang yang efisien kalau sudah urusan sosial. Kalau kita membatasi nanti dibilang ‘ga asik’, ‘sok misterius’, dll.

Mungkin juga karena terbiasa untuk mengatur waktu saat weekdays di weekend pun jadi kebawa. Buat gue durasi yang menurut gue wajar untuk hang out face to face dengan teman itu 2 jam. Lebih dari itu sudah nggak ada lagi yang perlu diomongin. Enak kan kalau kita efisien di sosial life. Jadi punya waktu buat hal yang lain.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Minni says:

    That’s why gw lebih milih hang out after office hour karena menurut gw social life itu akan lebih efektif dilakukan pas weekdays krn akan ada batasan waktu.klo kegiatan kayak gitu dilakukan pas weekend rasanya agak2 gimana gt mengingat gw jg pny peran lain sebagai istri dan ibu.Buat gw weekend itu adl hari dmn gw bener2 menggunakan peran gw sbg istri dan ibu.Karena begitu berharganya weekend buat gw,ga jarang gw absen dr acara kumpul2 social life itu.Kecuali acara itu mengikutsertakan keluarga.bs jd pertimbangan jg.Jadi menurut gw ga masalah sekali2 kt absen dr acara kumpul2 itu.sekali2 jd misterius person jg gpp kan..

    Like

  2. fitribintang says:

    Sebelum ketemuan dibilangin aja, “eh gw jam segini tet mesti pulang soalnya mesti packing besok mau ke luar kota/masak buat sahur/jadwal nonton yutub/strechting buat latihan 50 shades of grey/apakek”. Tapi kalo ga berhasil pasrah aja sambil minta bayarin makan. Siapa tau yg ini berhasil 🙂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s