Imagination at Work

Kalau lagi sering lihat channel tv berlangganan dan lagi sering youtube-hopping pasti pernah dong lihat iklan GE dengan narasi anak kecil dan visual yang stunning. Inti dari iklan ini sangat sederhana dan tema yang diusung juga menarik. ‘Imagination at Work’. GE seolah bilang bahwa para expert dan orang-orang yang bekerja di GE ini penuh dengan imajinasi dan berinovasi dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Tampak sekilas lalu seperti value kebanyakan perusahaan. Tapi gue mengartikan lebih dari sekedar kampanye korporat biasa.

Buat gue penting sekali punya imajinasi tinggi saat kita bekerja. Imajinasi bukan hanya soal kreatifitas, tapi membuat pikiran kita berpikir tanpa batasan-batasan ketidak mungkinan. Banyak orang yang bekerja just for the sake of doing his daily task dan pulang cepat waktu. Dan mulailah cara pikir ‘to do more’ itu hilang karena ditelan dengan produktivitas sehari-hari. Pelik. Karena banyak perusahaan menuntut semua hal dikerjakan on-time dan tidak jarang pekerjaan satu orang itu selalu overload. Boro-boro deh punya imajinasi tinggi, email aja yang setumpuk belum sempat dibalas. Belum lagi urusan printilan dari CEO atau regional yang kadang datang dengan request yang kurang efisien dan cenderung tidak perlu. Jadi, bagaimana dong caranya punya waktu untuk sedikit menghayal kreatif di kantor?

Caranya adalah selah. Selah/sela adalah pause dan berhenti sejenak kemudian berpikir. Dalam kitab mazmur disebutkan bahwa selah adalah tanda baca yang ada di antara setiap nyanyian. Saat kita berhenti sebentar dari kegiatan kita, dari rutinitas harian kita, di sini kita diminta untuk berpikir. Berpikir memahami. Kemudian tentu saja dibicarakan hasil pemahaman itu kepada kolega dalam satu team. Dan pemikiran tersebut akan dipoles dengan ide kolektif dari orang yang berbeda. Dan jadilah sebuah gagasan. Gagasan tersebut bisa jauh liar bahkan brilian tergantung seberapa jauh imajinasi setiap ide kolektif tadi. Jadi jangan harap ide brilian dan inovasi itu datang pada saat semua sibuk. Sibuk itu tanda-tanda ada yang salah dengan sebuah kantor mengelola beban kerja karyawannya. Sebaiknya management menyisakan sekitar 20-30% waktu karyawannya untuk selah.

Jadi jangan heran kalau gagasan-gagasan hebat itu muncul pada saat di toilet dan termenung. Karena mungkin itulah satu-satunya moment di mana kita punya waktu untuk diam dan berpikir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s