Flexibility is The New Currency

Hari ini pemerintah mencabut subsidi BBM yang menurut gue sudah harusnya dicabut dari jaman SBY, cuma mungkin SBY buang body ke Jokowi jadilah keputusan itu dieksekusi sekarang. Menurut infografik ini besar sekali biaya subsidi yang bisa dialirkan ke sektor lain.
IMG_2068.JPG

Untuk kita yang berpenghasilan lebih dari cukup rasanya nggak perlu mengeluh dengan kenaikan BBM yang dua ribu seliter ini. Harusnya kita dari dulu pakai bahan bakar yang nggak bersubsidi. Tapi kalau memang sudah terbiasa pakai BBM bersubsidi ya kini saatnya merubah gaya hidup. Masa sih biasa beli rokok sebungkus yang harganya Rp20,000 setiap hari dan kopi Starbucks Rp50,000 mengeluh bensin naik 2,000 seliter. Agak putus mungkin urat malunya.

Pak Ganda, supir gue, bahkan pagi ini bilang “Bbm subsidi nyatanya yang ngantri mobil fortuner dan pengusaha-pengusaha rental, yang mobilnya berjejer di rumahnya. Kalau orang Jakarta nggak usah protes lah BBM naik, pulsa naik rokok naik nggak ada yang komen. Orang Papua nggak ada yang protes, soalnya bensin seliter bisa sampe puluhan ribu di sana! Itu bbm subsidi yang diuntungkan tengkulak2. Di daerah juga banyak kok orang kaya.”

Mengubah gaya hidup memang nggak gampang. Yang tadinya biasa makan di resto mahal, saban pagi beli kopi di atas 30,000an, belanja barang seringnya impulsive dan juga liburan seenak enaknya jidat (selfnote) mungkin sekarang mau makan mewah di jadwal, kalau liburan ya nggak mesti di W atau Conrad dulu, budget airlines hajar, makanan pinggir jalan juga banyak yang higenis dan enak. Seorang teman ada yang enggan berlibur seandainya nggak naik business class. Ya nggak apa sih selama mampu. Tapi jadi orang yang flexible itu menurut gue justru menguntungkan. Mau tidur di hotel murah mahal, makan pinggir atau tengah jalan sekalipun, naik bus atau taxi, water taxi, apapun lah. Lupakan gengsi. Gengsi juga nggak bayar billing bulanan kita bukan?

Makanya gue bilang flexibility itu adalah kemewahan buat orang yang mengerti. Dengan jadi orang yang flexible dalam menyikapi hidup, musim apapun dalam hidup kita, senang susah atau mulai lagi dari zero pun nggak ada masalah. Asal punya currency yang bernama flexibility.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s