Latah-latahan 2013-2014

A fad is any form of behavior that develops among a large population and is collectively followed enthusiastically for a period of time, generally as a result of the behavior being perceived as popular by one’s peers or being deemed “cool” by social media. A fad is said to “catch on” when the number of people adopting it begins to increase rapidly. The behavior will normally fade quickly once the perception of novelty is gone (wikipedia).

Fad cenderung lebih cepat dibanding trend. Bahkan trend kebanyakan merubah tingkah laku seseorang secara permanen. Fad sih nggak. Paling cuma bertahan 3 minggu sampai 2 bulan paling lama. Apalagi dengan arus informasi yang deras begini, fad silih berganti muncul bergantian.

Nggak ada yang salah sih dengan fad ini. Bahkan fenomena fad ini bisa jadi trigger untuk ide-ide kreatif para ahli pemasaran untuk kampanye brand kliennya.

Gue cuma lagi bosan aja dengan tindak-tanduk peer group tertentu yang heboh banget kalau lagi demam fad. Jadinya lucu. Karena kelatahan mereka diekspos sedemikian rupa oleh mereka sendiri di sosial media. Jadi kalau ada salah satu orang yang early adopter di kalangan tertentu, kemudian si early adopter ini akan sibuk mengekspos hal yang baru, baik itu makanan, gadget, istilah, tempat hangout, pakaian, bahkan tempat liburan sekalipun. Tunggu dua atau tiga minggu pasti ada yang mulai latah. Dan kemudian kelatahan itu jadi massal. Terjadilah fad.

Again, nggak ada yang salah dengan hal ini. Cuma disayangkan banyak orang-orang yang rela ikut-ikutan walaupun fad nya nggak penting-penting amat. Apalagi buat para natural-born-followers, ada kesan bahwa orang-orang latah ini nggak punya pendirian, a mind of his/her own. Ya apa yang lagi banyak di instagram ikutin aja, biar berasa lebih diterima di peer group nya. Biar keren nya bareng gitu lho. Ada juga yang mau keren sendiri. Biasanya orang yang mau keren sendiri ini dibawahnya early adopter sedikit. Orang-orang sudah tahu fad nya bakal apa nah ini orang akan rela-relain cari barang yang bakal jadi fad itu. Setengah mati lihatin ke orang lain bahwa “Hey gue dong sudah punya (atau tahu) duluan”.

Ini lah masayarakat dengan social value yang kolektif. Gampang disetir, nggak punya pendirian, pendapat orang banyak lebih penting dari suara nya sendiri, berlomba-lomba ingin memperlihatkan kalau dia adalah bagian tertentu dari status sosial, dan gengsian. Silahkan kalau mau jadi orang yang latah terus sepanjang hidupnya.

Sebagai penutup tahun, ini sebagian dari latah-latahan alias fad sepanjang 2013-2014 kemaren ya;

1. Ovomaltine. Dari sini keluarlah fad-fad lainnya; dari martabak boss bahkan sampai e-commerce pun berlomba-lomba jualan ovomaltine.
2. Barbershop Hipster. Coba jalan ke Kemang. Sekarang setiap sudut ada selalu barbershop ‘asik’ ini. Entah berapa lama bisnis mereka bakal survive. However, kaizen stilll rocks! Praktis dan murah. Apalagi sama mbak Emma di Setiabudi building.
3. Pomade. Hebohnya sampai kalau ada orang ke luar negri nitip benda keparat ini. Gue juga pernah dititipin sampe nyari ke mana-mana dan nggak ketemu.
4. Sawung Greenville. Ya ampun kok sekarang nggak ada satu pun ya yang posting makan di tempat ini lagi.
5. Fuji Camera yang mirip denga Leica itu. Gue nggak begitu ngerti sih kenapa orang heboh banget beli kamera ini. Ada yang rela nitip sampe ke Jepang segala. Palingan 2 bulan abis itu nggak kepake.
6. Garret. Bahkan orang Jakarta lebih heboh dibanding orang Singapura. Apa karena di kita belum ada jadi ada rarity issue di sini.
7. Marathon. Lupakan 10km. Sekarang saatnya marathon. Gak papa sih buat yang sanggup. Tapi kalau nggak jangan maksain ya ntar mati di jalan nggak lucu. Lari sebenarnya secara umum bukan fad tapi trend. Dan ini adalah trend yang positif. Tapi saat orang-orang sibuk lari tanpa dibekali latihan dan malah sibuk foto-foto, kegiatan ini pun jadi latah-latahan. Jangan sampe deh jadi ganggu ketertiban umum kayak Bajak Jakarta nya Nike beberapa minggu lalu.
8. Labuan Bajo. Dunno why.
9. Borobudur pada saat nerbangin lampion. Entah siapa yang mulai, mendadak kaum latah Jakarta berbondong-bondong ke Borobudur dan sibuk update sosial media mereka bahkan beberapa waktu lalu kegiatan ini sempat membuat kekisruhan kegiatan keagamaan yang sedang berlangsung. So far gue salahkan film Arisan 2.
10. Selfie dengan GoPro. Karena selfie dengan smartphone sudahlah biasa. 2 bulan kemudian Go Pro nya nggak dipake. Balik lagi pake smartphone.
11. Sepeda Fixie. Ada masa di mana semua orang sibuk dengan sepeda fixie ini. Gue pun jadi korban. Bukan fix gear sih, tapi sekarang itu sepeda nganggur.
12. Smart Band aka Gelang gelang sport. Dari nike plus, jawbone, sampai sampah-sampah lainnya sempat digemari. Sekarang pun masih banyak. Cuma buat yang beli dan make biasanya bertahan paling lama 6-8 bulan. Percaya deh.
13. Fancy Burger Joints dan Food Truck.
Dari overpriced burger sampai kehebohan mau bikin food truck terdengar santer beberapa bulan lalu. Sekarang? Orang-orang tetep nyari Burger King kalau laper.
14. Cronut.
15. Hong Tang. Biarpun fad dan gak seheboh dulu. Gue masih suka. Cuma jadi inget saat orang-orang belain datang ke Pluit.
16. Zumba.
17. Pasar Santa. Mungkin beberapa bulan ke depan bakal sepi lagi kecuali kalau diniatin kayak Pasar Bella begitu.
18. Legatalk. Ajang curhat nyinyir anonimus. Masih ada yang pake?

Akui aja kalau kita semua bahkan gue yang muak juga dengan kelatahan ini sempet jadi bagian dari fad itu sendiri. Tapi ya kurang-kurangin ya latahnya. Kalau pun mau ikutan nggak usah teriak. Fad adalah bagian dari dinamika masyarakat. Buat yang sudah sadar jadi korban fad kita paling nggak jadi lebih awas lagi saat ada teman yang heboh di sosial media. Sekian dan mari kita saksikan fad berikutnya.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Minni says:

    Salah satu penyebab fab adalah social media..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s