Entering The Entrepreneurship Mindset

You gotta have faith. Slogan ini sebenarnya makna nya luas. Bukan cuma faith atau keimanan akan eksistensi Tuhan dan campur tangan Nya dalam kehidupan kita, tapi keimanan kita akan jalan hidup yang kita pilih. 

Memulai hidup sebagai entrepreneur 8 bulan lalu benar-benar bukan jalan mudah lurus tanpa tanjakan. Walaupun dari luar terlihat mudah dan lancar, banyak beban pikiran dan tanggung jawab finansial dan moral yang melibatkan malam-malam yang sulit tidur dan mimpi buruk. Dan satu lagi adalah komitmen. Punya standard dan panggilan untuk membuat orang lain senang membuat gue juga terpanggil untuk ngasih yang terbaik ke staff kantor gue. Jadi kenyamanan karyawan itu penting. Di kantor sebelumnya bahkan untuk mendapatkan fasilitas yang proper seperti desktop Apple iMac sulit sekali. Dua tahun bekerja gue menggunakan equipment sendiri dibawa ke kantor. Honestly, I don’t want this happen to my employees. Apalagi kalau orangnya butuh. Di luar dari itu perks like outing, kantor yang nyaman juga gue rasa perlu. Saat ini untungnya kita dalam proses menuju ke sana.



Umur 31, menurut gue umur yang tergolong tepat untuk memulai usaha. Setelah sepuluh tahun sebelumnya malang melintang menembus malam-malam lembur, hari-hari berhadapan dengan berbagai macam tipe klien, dari yang insecure sampai yang bossy, con-call dengan jam-jam yang ajaib, kolega regional yang kaku seperti robot, atasan yang dia pikir dia tahu segalanya bahkan bawahan yang berpikir alam semesta berputar mengelilingi dia juga kolega yang moody, deadline yang semakin sempit~lebih sempit dari legging para penggemar sepeda saat midlife crisis~dan skill microsoft excel yang semakin hari semakin jago lebih jago dari skill photoshop. Memang umur 20-30 adalah waktu di mana etika kerja, people and time management, skill komunikasi, numbers dan attention to detail itu di tempa habis-habisan.

Ada masa di umur 20-an gue setiap sore at least 2 kali seminggu ke kompas untuk ngecek warna hasil iklan supaya sesuai ekspetasi. Ada juga masa di awal karir nongkrong di balik mesin cetak memastikan hasil cetak di jam-jam ajaib, pasang bongkar booth untuk keperluan event roadshow sampai nongkrong di Hokabento seharian untuk bikin engagement para kasir di seluruh mall Jakarta. Proses pekerjan satu-satu tadi nurturing skill dan keahlian yang berguna sekali saat ini. Memang painful. Tapi akhirnya mastering the whole creative process dari perencanaan konsep, selling out the ideas, understand the big picture of marketing, sampai ke ekskusi, hal-hal itu yang membuat gue percaya jalan yang gue pilih ini. 

Dan benar, pengalaman itu tidak selau cukup buat beberapa orang, termasuk gue. Punya legitimasi untuk menyebrang dari pelaku kreatif ke pelaku bisnis itu perlu. Sedikit yang percaya orang yang terbiasa berpikir otak kanan untuk mau berpikir strategis. Sadar akan hal itu, tahun 2012 gue kabur ke UK untuk ambil legitimasi itu, belajar marketing secara proper. Walaupun akhirnya tidak pernah ditanya soal certificate atau apa, tapi melewati proses belajar di lembaga pendidikan itu yang membentuk cara berpikir. Jadi kalau ditanya perlu nggak sekolah lagi ambil s2? Iya perlu. Bukan untuk selembar ijazah tapi justru untuk membangun karakter dan cara pikir.



Mengambil jalan entrepreneurship di pertengahan 2014 seperti balik lagi ke titik nol. Balik belajar dari awal seperti masuk sekolah lagi, cuma ujian nya setiap hari. Banyak serunya. Seperti membangun sebuah bangunan yang diharapkan menjadi besar. Mulainya harus satu-satu, dari pondasinya sampai finsihing touch nya. Masih jauh memang untuk bisa melihat hasil akhirnya, tapi percaya akan proses setiap tumpukan semen dan batu batanya itu yang sekarang jadi tantangan. Yang diperlukan cuma satu untuk melewati proses ini; gambaran besar bangunannya. I need to convince myself, every single day, to have faith on the blue print. The big picture. The purpose.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. fitribintang says:

    Keep the faith, beb

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s