Taking Friends for Granted

Dasar peretemanan itu sebenarnya tidak sekuat dasar hubungan pacaran. Orang berteman dengan yang orang lain tanpa bisa menuntut lebih. Ya sebenarnya atas dasar suka sama suka aja. Kalau saling merasa klop jalan. Kalau nggak bisa ya sudah mau gimana. Kalau terlalu maksa dan menuntut nanti salah satu ada yang komentar “pacar bukan, keluarga bukan demanding amat sih!”.  Dan seorang teman pun tidak punya kewajiban menjelaskan kepada temannya saat dia ingin menghilang dari depan batang hidup temannya. Intinya, seorang teman bisa suka-suka mereka datang dan pergi dalam hidup seseorang. Well, sangat bisa didebat pernyataan-pernyataan di atas tadi.

Tapi menurut gue, walaupun tidak ada peraturan tertulis dalam berteman atau tidak ada kata ‘jadian’ dan resmi ‘berteman’, tetap harus didasari etika juga. Satu respect yang lainnya. Pertemanan itu cuma bisa didasari oleh true value antara keduanya. Saat satu nggak memberikan value yang sama dengan yang satunya lagi, kemudian jadi timpang. Contohnya seperti ini. Saat lo meminjam atau dipinjamkan barang oleh teman lo, baik itu baju, jaket, duit, kasur sekalipun, mungkin ada baiknya lo ingat untuk mengembalikannya. Dan kalau itu baju sudah tidak perlu diingatkan lagi untuk dicuci / laundry dulu. Jangan sampai teman lo itu menagih dan sampai sekian bulan pun lo tidak ingat untuk mengembalikannya dalam keadaan belum dicuci. Simple things kan? Tapi matters. Dan bisa bubarlah pertemanan itu begitu saja, karena hilang value yang sama di antara mereka.

  

Kebayang ribet buat orang yang temannnya banyak, karena usaha me-maintain pertemanan itu satu demi satu juga pasti nggak gampang. Walaupun masalah prioritas, kita juga nggak bisa datang ke temen yang jarang kita maintain hubungannya terus minta bantuan ke mereka tiba-tiba. Buat gue lebih gampang punya circle of friends yang tidak terlalu luas dan hubungannya cukup dekat daripada temanan dengan satu Jakarta tapi kalau ban mobilnya bocor bingung mau minta bantuan siapa. Maintain hubungan di circle of friends yang kecil tapi berkualitas itu juga gampang. Gampang ingat kapan ulang tahun dan hari penting  mereka, meminimalisir pergesekan dengan orang lain, ingat kapan harus balikin barang mereka dan lebih mudah minta bantuan saat dibutuhkan karena lebih berkualitas hubungannya.

Jadi ngapain sibuk menambah jumlah teman di kehidupan nyata tanpa didasari hubungan yang berkualitas? Trus kenapa kalau satu Jakarta kenal lo? Saat lo cekak belum tentu temen-temen say hi satu Jakarta lo itu akan datang berbondong-bondong minjemin lo uang. Saat lo sakit belum tentu juga mereka akan datang ke tempat lo di opname. Jadi kurang-kurangin lah gaul sana sini. Nanti kalau terlalu sibuk ke sana sini, lo lupa hal-hal kecil yang matters buat teman lo yang benar-benar dekat. Dan lo akan take friendship for granted.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s