Man VS Mother Nature

Malam ini sebuah berita melalui Facebook membuat miris bagi siapa yang membacanya kecuali yang tidak punya hati. Penyelundup memasukkan burung kakatua ke dalam botol plastik hidup-hidup supaya diperdagangkan keluar Indonesia lewat pelabuhan Surabaya. 

  
http://www.dailymail.co.uk/news/article-3067691/Smugglers-birds-plastic-bottles-customs.html

Dalam proses penyelundupan ini lebih dari 40% burung kakaktua ini biasanya mati. Menurut gue, langka atau tidak langka burungnya, memasukkan burung ke dalam botol plastik seperti ini adalah perbuatan yang sangat kejam.

Bisa dilihat manusia memang musuh mother nature. Jadi gak heran kalau film-film di bioskop sekarang temanya selalu mau membasmi manusia karena memang kitalah perusak alam nomor satu. Saat binatang dan tumbuhan beradapatasi mengikuti ritme alam, hidup, bertahan, mati dan punah, manusia dibekali dengan akal untuk hidup bertahan agar tidak punah di muka bumi dengan ritme yang suka-suka aja. Seringkali adaptasi manusia masa demi masa tidak sesuai dengan ritme alam dan membuat kerusakan  dari yang kecil sampai yang besar. Kebutuhan kita untuk berpindah tempat misalnya, sudah membuat bumi ini mengering dari minyak fosil. Kebutuhan kita akan ekonomi dan materi yang lebih baik (?) sudah menggunduli dan mengubah hutan tropis kita jadi hutan sawit. Gading gajah, sirip ikan hiu, cula badak, perdagangan burung kakak tua ini dan ratusan kegiatan manusia vs alam yang dilakukan untuk sebuah alasan; uang. Efek industri dan perkembangan teknologi pun memiliki sisi lain yang turut punya andil merusak alam, nuklir yang bocor misalnya, limbah di sungai, bahkan merkuri dan minyak bocor di lautan. 

Gue rasa isu manusia vs alam ini bukan cuma pembahasan di tingkat elit. At least kita aware bahwa kehadiran manusia di bumi ini selama beribu-ribu tahun belakangan membuat bumi terkuras kering, damaged, teracuni dan rusak. Climate change bukan cuma jadi headline di koran. Climate change adalah banjir di Jakarta yang makin tinggi tiap tahunnya. Climate change adalah musim dingin di utara yang ekstrim. Climate change adalah hujan hebat yang dulu jarang terjadi dan makin ke sini makin sering. 

Sementara banyak yang asik potong-potongan leher dan saling perang karena keyakinan, orang lupa ancaman perubahan iklim ini juga seperti bom waktu. Mungkin someday alam akan muak dengan kita dan keserakahan kita sehingga dia mengamuk akhirnya isi muka bumi ini luluh lantak. Mungkin saat alam akhirnya habis jadi korban keserakahan manusia, mother nature akan mencari keseimbangannya sendiri. Dan saat itu siap atau tidak, skenario film Hollywood akan kebinasaan kita benar-benar terjadi. Siap?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s