Family Man

Untuk banyak orang mungkin kumpul dengan keluarga besar kadang sangat mengganggu dan menyebalkan. Gue juga sempat berpikir seperti itu pada Lebaran tahun ini. Karena nyokap kena serangan jantung saat mudik mau nggak mau terpaksa ikutan menyusul mudik ke Pekanbaru walaupun moment lebaran lewat beberapa hari demi memastikan nyokap baik-baik aja. 

  
Turns out yang namanya mudik itu tidak terlalu buruk juga. Sepupu-sepupu yang terakhir ketemu masih balita dan SD sekarang ternyata sudah lulus kuliah dan beberapa sudah punya anak balita dan bayi. 

Banyak manusia modern Jakarta yang single dengan berbagai alasan  dan tidak memiliki renacana untuk segera berkeluarga malas mudik atau mengjungi keluarga besar saat Lebaran karena pertanyaan sakral ‘Kapan Kawin?’ yang kadang dilontarkan karena kepo atau karena basa-basi dari salah satu anggota keluarga besar. Gue mungkin salah satu orang yang beruntung karena jarang sekali menerima pertanyaan kapan kawin dari keluarga besar baik itu tante, om, nenek dan sepupu. Hal ini mungkin karena mereka sadar setiap orang punya cara hidup yang beda-beda. Mereka juga tahu toh kawin dan kemudian beranak pinak itu juga bukan hal gampang.  Mungkin juga saat terpaksa mudik kemarin obrolan banyak seputar nyokap yang lagi sakit. 

Dan ternyata ketemu dan sekedar tahu bahwa sepupu yang sekian tahun nggak ketemu sehat dan baik-baik saja itu melegakan. Berbagi pengalaman pekerjaan, berbagi tentang tips memilih jalur kuliah dan kampus mana yang bagus adalah beberapa hal yang somehow mungkin adanya kita di keluarga besar bisa jadi berguna dari sekedar nongol dan basa-basi. Gue rasa saat keluarga besar kita tidak punya standar tertentu untuk saling menghakimi kehidupan yang kita jalani, pertukaran informasi jadi lebih menarik karena kita pun tidak menarik diri untuk share banyak hal.

Jadi seandainya pertanyaan kepo macam kapan kawin, kapan punya momongan lagi, dll tadi benar-benar lenyap dari muka bumi banyak orang yang tidak ragu untuk reconnect lagi dengan keluarga besar mereka saat mereka mudik lebaran. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s