Merdeka, Kerja & Bahagia

  
Kalau dulu orang-orang bekerja untuk mendapat kebahagiaan. Sekarang saat dimana orang merasa bahwa proses bekerja itu sendiri adalah bahagia. Sulit untuk diterapkan semua orang, tapi bayangkan, dalam seminggu (168 jam) ada 40 jam lebih seseorang menghabiskan waktu nya untuk kerja, baik itu di belakang komputer maupun dengan fisik. Kalau dilihat jam aktif manusia yang punya 12 jam sehari (di luar makan, tidur dan istirahat) artinya ada 47% waktu aktif kita itu untuk bekerja. Kalau banyak yang tidak bahagia saat bekerja, artinya setengah hidupnya tidak bahagia.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa orang yang bahagia dengan pekerjaannya cenderung lebih produktif. Harvard Business Review bilang bahwa pekerja yang bahagia 31% lebih tinggi produktivitasnya, 37% lebih tinggi dalam bidang sales dan tiga kali lipat lebih kreatif.

Artinya setiap perusahaan atau organisasi perlu untuk memastikan pekerja mereka bahagia atau tidak dengan pekerjaannya. 

Sebuah aplikasi smartphone berbasis media sosial karya anak bangsa, Happy 5, satu-satunya dari sekian banyak tools employee engagement yang menerapkan konsep happiness sebagai benchmark mengukur performance karyawan yang ujung-ujungnya memacu produktifitas sebuah organisasi. Sebuah organisasi yang besar dengan berbagai macam bentuk struktur organisasi, tantantangan terbesar dalam urusan employee engagement nya adalah memberikan perhatian, review dan juga reward kepada setiap karyawannya satu per satu secara terus-menerus.

  
Konsep kebahagiaan dalam bekerja ini menarik karena akhirnya memacu para pengambil keputusan untuk menggunakan kebahagiaan sebagai faktor penting dalam perkembangan sumber daya manusianya sebagai aset. Dan Happy 5 berhasil mengawinkan mobile technology, social media platform dan insight-insight tajam dalam bidang employee enagament ini.

Sebagai kepala dalam sebuah organisasi, terlepas dari berbagai macam faktor; internal dan ektsternal, secara umum, kebahagaan perlu dipantau secara berkala dan lebih sering lagi. Kondisi bahagia saat bekerja ini gue sebut dengan ‘HAPPITIVITY’ (Happy + Activity). Adalah sebuah kondisi di mana seseorang menikmati proses bekerja (tidak hanya bahagia saat menuai hasil bekerja) dengan penuh antusiasme sehingga ia beritikad untuk menyelesaikan suatu pekerjaannya dan rela untuk mengupayakan berbagai hal untuk mendapat hasil terbaik.

Happitivity ini tercermin dalam proses bekerja seseorang, misalnya, para musisi yang rela mengulik karyanya sampai ia merasa puas dengan hasil, tidak peduli jika ia harus bekerja lembur sampai pagi, atau bahkan para auditor yang mengecek pekerjaannya berulang kali tanpa mengeluh sampai dia yakin dengan hasilnya. Saat orang mengalami proses Happitivity, itu adalah saat di mana seseorang memberikan karya terbaik yang ia bisa ciptakan sebagai manusia yang produktif tanpa ada antipati dan berkeluh kesah dalam prosesnya. Bukan berarti gue menyarankan kerja long hours demi Happitivity, tapi banyak orang yang mencoba melampaui banyak hal (termasuk waktu) demi memberikan hasil yang terbaik. Asalkan bisa lebih smart dalam bekerja, Happitivity bisa terwujud dengan time management yang baik. Pergi ke kantor sama rasaya kayak main.

  
Seandainya bangsa Indonesia ini memiliki Happitivity dalam pekerjaannya, tidak ada lagi kantor PNS yang kosong jam 2 siang ke bawah, tidak ada lagi penjaga toko jutek, programer freelance yang menghilang di tengah kisruh web yang mendadak nggak online, tidak ada lagi istilah janji-janji tukang jahit, begitu juga janji-janji para kuli bangunan, tidak ada lagi polisi yang mengetik aduan dengan sangat sangat lambat dan bertanya berulang-ulang, tukang parkir yang cuma nunggu duit, apalagi guru malas yang masuk kelas cuma kasih tugas dan duduk di pojokan. Bayangkan kalau kerja pakai hati tanpa menunggu wortel (upah atau tips) di ujung pekerjaannya karena semua orang percaya proses dan mencintai proses bekerja mereka. 

Hari ini seluruh Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaannya. Isu manusia merdeka Indonesia bukan cuma isu memiliki kebebasan hidup, berpikir dan berpendapat kali ini. Tapi bagaimana setiap individu yang makan tidur dan beranapas di tanah air ini punya kontribusi. Mungkin sudah saatnya kita berhenti mengeluh, komplain, mengkritisi, saling menghujat tanpa solusi pasti. Ini saat di mana semua manusia Indonesia mulai putar otak, bangun dari depan tv dan mulai bekerja. Putar otak saat susah menemukan pekerjaan yang cocok, ciptakan lapangan pekerjan. Bangkit dari tepat tidur saat malas menyerang dan berhenti pakai alasan sakit setiap senin datang. Berhenti menunda pekerjaan sampai malam datang dan pakai alasan lembur untuk besok masuk siang. Kita orang Indonesia harus punya etos kerja yang baik. Sudah terlalu sering negara lain mentertawakan etos kerja kita. Nggak percaya? Tanya kantor headquarter mu atau rekan kerja mu di Singapore.

Hidup di negara yang merdeka itu enak, segala sumber daya ada, begitu juga berbagai macam pilihan mata pencaharian dan kesempatan. Orang yang merdeka nggak akan bekerja dengan terpaksa. Kita sudah tidak dijajah lagi. 

Sudah saatnya kita kerja dengan bahagia, bukan untuk bahagia. 

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s