Keluar di Dalam

Cara kerja otak manusia yang sangat rumit digambarkan dengan sangat menghibur di film Inside Out. Di film ini emosi digambarkan mengambil peran penting dalam hidup seseorang. Joy, emosi bahagia, mengambil peran utama dalam cerita ini. Tapi ternyata emosi happy saja tidak cukup dalam hidup seseorang. Ada disgust, yang membuat seseorang punya standar toleransi tertentu. Ada fear yang membuat seseorang mempertimbangkan suatu tindakan dan konsekuensinya, anger yang reaktif saat seseorang dihadapkan di situasi yang sulit, dan ternyata yang tidak kalah penting sadness, yang bisa membuat orang sekitar prihatin kepada seseorang. Film ini juga menggambarkan bentuk sureal imajinasi (membayangkan masuk ke theme park imajinasi kita sendiri pasti seru), alam bawah sadar, mimpi yang diproduksi ala studio Hollywood, bahkan bagian dalam pikiran semacam emosi yang abstrak. Bahkan film ini menggambarkan konsep-konsep suatu pribadi dalam bentuk island-island seperti konsep keluarga, persahabatan, skill dan lain-lain. Orang yang bikin konsep film ini benar-benar jenius!

  
Hal yang gue simpulkan dari film ini, semakin tua, emosi kita juga semakin complex, rumit dan berubah-ubah mengambil bentuk yang jauh dari sederhana. Saat masih anak-anak, seseorang mungkin cuma akan merasakan satu jenis emosi bergantian. Happy ya happy aja. Mau tidur bisa cuma memikirkan satu jenis emosi; happy atau sad. Sementara di umur 32 ini yang namanya mau tidur emosi bercampur aduk dalam otak; yang kadang bikin sulit tidur. Worry yang bercampur dengan happy karena ide-ide yang mendadak numpang lewat saat mata terpejam, fear yang bercampur dengan worry baik karena hubungan pribadi ataupun profesional bahkan anger yang bercampur dengan sadness karena hal-hal yang terjadi di siang hari. Kondisi ini memang bikin sulit untuk tidur dan pada saat di titik extreme akhirnya banyak orang yang mengambil jalan minum obat tidur dan berharap unicorn dengan rambut pelangi muncul menghibur di mimpi.

  
Di film ini juga digambarkan secara internal, walaupun dipengaruhi banyak hal yang terjadi secara eksternal, tiap orang punya pilihan untuk mengendalikan emosi mereka dan emosi itu akan membawa mereka mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup. Setiap emosi pun punya peranan penting asal benar pada porsinya. Mencoba untuk tidak merasa sedih pada suatu kondisi yang diperlukan untuk sedih juga bukan hal yang baik. Karena pada saat sedih atau takut seseorang belajar untuk mengerti kondisi aktual yang terjadi pada hidup mereka. 

Advertisements

One Comment Add yours

  1. omnduut says:

    Film yang sempat terlewat saat tayang di bioskop. Dan semakin banyak orang bilang ini film bagus, aku semakin nyesel. Mau gak mau nonton di rumah :p 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s