Saat Kontrol Diri Mulai Hilang Apa Yang Dilakukan?

Pernah nggak ngerasa hal-hal yang sedang lo lakukan bergerak di luar kontrol lo? Mungkin sebenarnya lo bisa take control, tapi saat ini secara psikologis lo membiarkan hal-hal tersebut menjadi sembarangan dan tidak teratur.Misal; pola makan, keuangan, deliverables pekerjaan, olahraga dan bahkan jam tidur. Sebagai entrepreneur yang punya jam kerja flexible, dibutuhkan self-discipline yang tinggi untuk membuat kebiasaan-kebiasaan dasar jadi teratur. Hal ini gue rasa berlaku juga buat para freelancer. Hidup teratur tanpa ada aturan-aturan yang ditetapkan pihak lain diluar diri kita membuat kita punya kebebasan extra yang kapan saja bisa kebablasan. Mungkin itu challenge nya.
Ada yang bilang kalau orang overweight itu karena lack of self-control. Apa yang dilihat enak semua dimakan. Dan self-control itu adalah penggambaran kedewasaan seseorang. Mungkin maksudnya dalam context makanan, makin tua makin perlu kita kontrol apa yang masuk ke dalam badan kita. Selain tubuh yang renta dan sensitif dengan zat beracun, isitirahat yang cukup, ketahanan dan metabolisme tubuh pun menurun dan melambat. No more sleepless night demi kerjaan dan party non-stop. When you reach 30 years old that body can’t afford anymore. Seriously.

Nggak gampang membuat hal-hal yang kelewatan batas tadi untuk balik on-track lagi. Beberapa teman memberi masukan untuk mencoba fokus lagi dan menulis apa yang jadi prioritas dan mencoba untuk mengikuti jadwal harian lagi dengan disiplin tinggi. 

 
 
Film The Little Prince, menggambarkan seorang anak yang dipaksa oleh ibunya untuk mengikuti jadwal jam per jam dan life-plan yang dibikin sedetail mungkin selama setahun. Ambisius dan teratur. Tapi si anak somehow merasa ada panggilan untuk jadi seorang yang ingin bertualang menemukan hal baru dan jadi pribadi yang lebih spontan. Memang perlunya spontanitas bikin hidup penuh kejutan, kita kan bukan robot juga. Tapi jangan sampai kehilangan arah menuju ‘rencana besar’ yang sudah didesain untuk kita.
Sepertinya yang namanya life-plan itu perlu di refresh ulang secara berkala untuk membut hidup jadi lebih terkontrol dan tidak terlalu ikut arus kiri kanan.
Malah ada yang bilang ‘cuma tai yang diem aja kebawa arus…’ , true, cuma tai yang ‘go with the flow’, hidup nggak bisa. Sebelum kita dibilang tai ngambang ada baiknya kita in-charge dengan hidup kita lagi.

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. Laksita says:

    Just like bamboos, let the wind blows…be free and sing. But stay rooted deep in the earth.
    I am rooted, but I flow.

    Like

  2. Laksita says:

    Just like bamboos, let the wind blow…be free and sing. But stay rooted deep in the earth.
    I am rooted, but I flow.

    Like

  3. Laksita says:

    Tergantung milih analoginya sih…. Kalo tai yaaaa… Bau 😷

    Like

    1. Tapi Sit kalau bambu itu nggak bergerak lho. Dan mungkin lbh menggambarkan prinsip. Artinya kalau arus orang kemana dia ketiup juga tapi nggak sampai tumbang dan stick to the ground.

      Like

      1. Laksita says:

        Umm.. Bergerak tumbuh keatas Will. Yah krn life plan berhubungan sama prinsip. Yuk ah kita lari lagi, hopefully bisa bantu layer by layer kembali baik.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s