Individualis Produktif

Sebagai orang Indonesia, jalan sendiri, duduk sendiri atau makan sendirian di sebuah restoran bukan lah hal yang lumrah. Kebanyakan orang akan bertanya; “sendirian aja? Temennya mana?” Atau “itu orang aneh banget makan, ngopi, nonton sendirian…”. Masayarakat kita itu terbiasa untuk selalu berbondong-bondong, makanya mobil jenis mpv yang seatnya sampai 7 orang laku nya kayak kacang goreng. 
Memang kita tidak menganut budaya individualis, tapi sebenarnya sendirian bukan berarti tidak banyak hal produktif yang tidak dilakukan. Justru saat sendirilah kita bisa mendengar kepala kita berpikir, mengolah sebuah rencana, membuat sesuatu, membaca, berenang, melakukan prakarya bahkan membenahi rumah atau kantor kita. Jujur saja gue sendiri merasa lebih bisa berpikir jernih saat sendirian.
Beberapa hal memang seru dilakukan berbarengan teman yang memiliki kesukaan yang sama tapi menyamakan selera yang berbeda kepala juga bukan hal yang gampang. Seringkali kita menghabiskan waktu berjam-jam nongkrong dengan teman dari mulai brunch sampai makan malam. Dengan kopi dan nonton di sela-selanya. Padahal 6 jam hangout tadi bisa diisi dengan 2 jam olahraga, 1 jam membaca, 1 jam membuat rencana-rencana, bahkan 2 jam tidur siang. Bandingkan dengan waktu yang dibuang berjam-jam demi pindah pindah dari mall ke coffee shop.
Bukan berarti gue malas untuk hangout bersama teman, tapi mungkin kita harus membuat prioritas lain dan memanfaatkan waktu kita dengan sangat efisien walaupun ini weekend. Menurut gue 2 jam sudah cukup untuk ngobrol, ngopi dan bercerita bersama teman. Kadang pun kita juga kehabisan bahan pembiacaraan dan semua akan kembali ke smartphone mereka masung-masing.
Tulisan ini sebenarnya hanya mengingatkan diri sendiri untuk membuat secara rencana yang berguna, membuat prioritas dan mengatur jadwal walau hari libur sekalipun.
Percaya deh, saat kita sendiri kita bisa lebih produktif asal kita punya dorongan untuk melakukan hal-hal yang telah kita jadwalkan tadi. Sehingga waktu untuk ikut-ikutan teman (yang belum pasti akan tujuannya) juga bisa dikurangi.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. ranselijo says:

    Cant argue 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s