Kompetisi atau Kolaborasi?

Dalam hidup dan pekerjaan akan lebih baik kalau seseorang memilki rasa ingin selalu berkompetisi agar selalu termotivasi untuk jadi lebih baik. Tapi rasanya berkompetisi dalam pergaulan sehari-hari agak kurang perlu ya.

Seorang teman yang memang jiwa kompetitifnya tinggi selalu bersaing dalam setiap kesempatan. Dari banyak-banyakan likes di kanal media sosialnya, jumlah followers, bahkan sampai ke siapa yang dikenalnya, beberapa kali malah siapa orang yang dating dengan dia. Kalau banyak-banyakan likes dan followers masih wajar ya. Di luar sana toh banyak anak tanggung alay dengan kehebohannya sibuk membuat post dan update terkini, walaupun temen gue ini bukan anak tanggung lagi. Tapi kalau bersaing dalam urusan siapa jadi temannya atau siapa yang dikenalnya terkesan konyol. Teman gue ini suka ‘ogah’ mengenalkan networknya dia karena mungkin dia merasa biar dia saja yang punya akses. Padahal sebenarnya nggak ada yang mau bersaing dan iri dengan networknya. Nggak ada yang peduli juga. Yang konyol pada saat akhirnya gue atau teman anak ini somehow jadi kenal dengan network / pergaulan yang dia coba tutup aksesnya tadi, reaksi si anak ini mendadak langsung curiga, dll. Atau saat dia bangga dengan siapa dia sedang dating. Sedikit pamer dia akan membeberkan tanpa juga berniat mengenalkan, karena memang takut nanti saingan. Aduh siapa yang peduli sih.

Dunia ini sudah nggak masanya saling berkompetisi dalam pergaulan. Kini saatnya orang-orang berkolaborasi. Saat gue bertemu dengan orang yang berbakat dan multitalenta, rasanya ingin menghubungkan dia dengan orang yang bisa mendapat keuntungan dari bakatnya itu. Saat gue bertemu dengan seorang visioner yang memiliki passion menjalankan bisnis, ada sebuah opportunity saat mengenalkan dia dengan orang yang memilki capital namun ingin berpartisipasi dalam menciptakan peluang baru. Bahkan gue pun selalu ingin terlibat dalam membuat sebuah karya yang menghasilkan value dengan orang menarik gue temui. Jadi kalau network itu di keep diam-diam, duh sayang sekali. You have no idea what kind of possibilities could happen between you, that person and the other person. 

Kalau untuk urusan bersaing dalam urusan dating atau kenalan kayaknya nggak perlu banget, kecuali untuk orang yang selalu merasa insecure. Anyway kalau kualiatas diri seseorang bagus nggak perlu ya insecure. Toh kalau memang jodoh nggak kemana-mana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s