Self Proclaimed Influencial Bloggers

Seorang editor majalah ternama pernah bilang bahwa belakangan ini banyak yang mengaku diri mereka seorang yang influencial. Kemudahan membuat sebuah publikasi melalui internet membuat banyak orang berani memproklamirkan diri mereka seorang yang berpengaruh. Blogggers misalnya. Memang halaman atau akun mereka di angka followers atau pembaca bisa jadi terhitung banyak. Itu pun bisa dimengerti karena memang jumlah blog yang menarik untuk dibaca juga tidak banyak, sehingga pembaca tidak punya pilihan variatif. Sayangnya juga statement mereka tidak disertai konten yang berisi, tidak selalu updated dan tidak ditulis secara reguler. Semacam pajangan ‘hey gue punya blog lho’. Sebaliknya tidak sedikit yang menjadikan blog mereka seperti etalase produk. Sebelas dua belas lah dengan katalog Carefour. Blogger semacam ini memang memposisikan diri mereka sebagai blogger komersil, artinya mereka dibayar untuk menulis sebuah review. Tapi kalau keseringan dan content generalnya nggak mutu, pembaca juga akan tidak akan percaya akan ulasan si blogger ini kan. Apakah ulasan itu genuine atau hanya endorsement saja.

Suka atau tidak gue juga ternyata punya andil akan kondisi ini. Banyak brand yang meminta para bloggers menulis review tentang pengalaman mereka engage dengan brand tersebut. Dan beberapa kali gue menjembatani hal ini. Memang nggak ada yang salah dengan hal ini, karena biasanya team akan mereview blogger mana yang benar-benar menulis dan mau mencoba produk dan berinteraksi dengan brand yang membuat endorsement tersebut. Dan hal yang lebih penting adakah interaksi antara followers/pembaca mereka dengan tulisan tersebut. Nah sayangnya, mungkin ada satu dua bloggers yang kebanjiran endorsement sehingga mereka tidak peduli lagi dengan kualitas konten mereka. Ya itu, jadi semacam katalog. 

Peran bloggers sangat penting untuk menjadi key opinion leader di strategi search engine. Wajar untuk menggunakan jasa mereka karena memang mereka yang memiliki pembaca banyak adalah seorang tribe leader. Tapi ada juga blogger yang malas mengupdate isi blog mereka, atau malah membabi buta memenuhi blog mereka dengan review-review  ala advetorial. Tinggal saatnya para pelaku marketing, konsultan PR dan teman-team agency memfilter yang mana yang benar-benar punya kualitas bagus secara konten, update dan credible di mata pembaca.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Mirwan Choky says:

    Saya juga seorang blogger. Tapi masih ragu sebut diri saya sebagai seorang influencer. Mungkin belum PD aja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s