Transportasi & Warga Manja

Apa yang breakthrough buat kita bisa jadi hal yang biasa buat orang lain.

Setelah akhirnya bekerja 4 tahun, Pak Ganda memutuskan untuk berhenti dari perannya sebagai supir kantor. Mau nggak mau akhirnya gue mulai membawa mobil ke kantor pada saat tanggal ganjil mengikuti peraturan itu dan mulai lebih sering naik transportasi umum. Sebagai warga Jakarta manja yang terbiasa ke mana-mana pakai mobil, naik transportasi umum terlihat challenging. Selain taxi, pilihan ojek online atau uber adalah alternatif menghindari kesesakan busway dan bus lain yang menurut gue memang masih belum bisa membuat para penduduk Jakarta manja lainnya untuk beralih dari mobil pribadi mereka ke umum. 

Jujur gue juga ingin melihat jalanan Jakarta lebih berkurang macetnya. Tapi kalau banyak orang diluar sana yang enggan meninggalkan mobil pribadi, baik kebijakan 3 in 1, ganjil genap, ERP, apapun kebijakan baru lainnya, tidak akan membuat jalanan Jakarta lebih lowong. Kita para waga manja ini harus berani membuat sebuah breakthrough dalam kebiasaan kita berpindah dari satu titik ke lainnya. Beberapa teman berkomentar ‘ah gue sih biasa aja naik ojek busway dan lain-lain’. Ya memang hal breakthrough buat satu orang adalah hal biasa buat orang lain. Tapi kali ini gue bicara dengan penduduk Jakarta yang benar-benar enggan meninggalkan mobil pribadi. Gue juga setuju kalau transportasi umum masih belum cukup nyaman, tapi pilihan ojek online sementara trasportasi massa dibangun, cukup bisa membuat kita bertransisi dari mobil pribadi ke umum. Ini dilakukan supaya kita juga membiasakan diri dengan kondisi jalan di balik dinding kaca mobil dan beradaptasi dengan kenyatan.

Mengubah kebiasaan menggunakan mobil ke transportasi umum ternyata membuat perubahan di beberapa hal, misal cara membawa tas, laptop dan bahkan berpakaian. Saat menggunakan mobil seseorang bebas membawa baju ganti di mobilnya atau membawa tas gym dan tas kerja sekaligus. Meninggalkan mobil pribadi artinya berkompromi untuk meninggalkan fasilitas ‘taroh barang’ di mobil. Mobility adalah kuncinya. 

Kalau kamu adalah salah satu warga Jakarta manja, berikut adalah tips-tips untuk membuat kamu lebih siap terjun ke jalanan Jakarta.

1. One Bag. Kamu cuma bisa bawa satu tas untuk membuat dirimu lebih simple, disarankan membawa backpack. Karena backpack akan lebih simple pada saat kamu naik ojek misalnya. Beberapa orang menganggap membawa backpack ke mall kurang elegan dan terlalu terkesan sporty. Kita harus keluar dari pola pikir itu. Toh pilihan desain ransel sekarang juga banyak. Pilihlah ransel dengan sanggahan empuk yang nyaman di bahu. Kalau kamu membawa laptop dan sepatu gym, pilih ransel yang mempunyai bagian dalam dengan lapisan untuk laptop lebih aman dari benturan dan guncangan. 

2. Baju Ganti. Repot memang. Tapi usahakan bawa baju ganti karena bagaimanapun udara Jakarta selalu panas dan berasap knalpot.  Ganti baju saat ingin terasa lebih fresh. Sediakan saja satu kaos tipis yang nyaman. Dan selalu sediakan ruang di tasmu untuk menampung baju yang sudah kamu pakai.

3. Smart Casual. Sebenarnya tidak ada salahnya kalau mau tampil formal dengan menggunakan kendaraan umum. Tapi sebagai orang yang mudah berkeringat, menggunakan kemeja rapih dan sepatu kulit juga celana bahan adalah tantangan. Saat ini banyak perusahaan yang sudah lumrah dan smart casual sebagai pilihan pakaian sehari-hari. Saran gue, kalau memang harus formal coba ganti kemeja dengan batik, selain corak yang berwarna membuat si batik tidak gampang kotor, batik lebih punya ruang untuk bergerak.

4. Perbanyak pilihan aplikasi. Aplikasi transportasi umum macam GoJek, Grab dan Uber bisa penuh di jam-jam tertentu. Selalu biarkan dirimu untuk lebih fleksibel dalam memilih kendaraan umum dari aplikasi yang berbeda sehingga kamu punya option lebih.

5. Uang Cash. Biasakan membawa uang cash dengan pecahan 5,000-10,000 di kantor. Ojek online biasanya memiliki fasilitas bayar dengan credit card macam Uber, tapi ada yang tidak. Dan walaupun kamu membayar online nggak ada salahnya untuk tidak lebih pelit kepada para ojek online ini, karena selain harganya murah, dengan tips dari kamu mereka akan lebih bersemangat.

Banyak tips lain untuk kamu lebih siap membuat sebuah breakthrough berpindah ke kendaraan umum. Kalau orang-orang manja seperti kita tidak mau mencoba jangan salahkan Ahok lagi saat jalanan berubah menjadi tempat parkir masal.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s