Kilas Balik 2016; Tahun Penuh Kepalsuan

Kalau mau kilas balik mumpung belum terlalu jauh 2016 adalah tahun yang dipenuhi cerita tragis dan penuh dengan kejutan yang kurang mengenakkan di belahan dunia. Dari cerita pengungsi perang sampai politik di UK dan US. Tapi buat gue 2016 kemarin adalah tahun maximalnya kepalsuan. Dari berita yang sukar ditelaah apakah hoax atau bukan, sampai kehidupan palsu orang-orang di sekitar yang dijejelin di media sosial dan di depan muka. Tahun ini kayaknya banyak (selain gue) eneg dan menyatakan cukup dengan hal-hal palsu tersebut. Nggak heran banyak yang support gerakan anti hoax, bahkan pemerintah sudah menindak tegas portal-portal hasut yang sibuk menyebarkan hoax dengan kedok agama itu. 

Di skala pergaulan manusia palsu pun berbaris rapih di timeline. Dari yang sibuk mencitrakan kehidupan mewah yang palsu sampai orientasi seksual palsu yang sedang sibuk dengan pernikahan yang palsu pula. Apalagi yang tersisa di 2017? Apakah masih ada harapan umat manusia untuk mendapatkan setitik kejujuran? Lebay ya. Memang kayaknya banyak orang yang suka dibohongi daripada menerima kejujuran yang biasa aja. Apalah menariknya foto di mobil avanza dibanding foto mobil audi walaupun test drive? Siapa yang peduli kostan kamu yang 2×3 dibanding foto unggahan kamar Four Seasons pada saat kamu sedang mengunjungi temen yang lagi menginap di situ. Hidup yang palsu lebih dramatis dan seolah penuh cerita.

Belum lagi sederetan business pitch palsu yang meyakinkan para insan kreatif mati-matian bikin proposal, pidato politik bahkan demonstrasinpun dipenuhi kepalsuan. Huekkk! Mau muntah dengan hal-hal palsu di depan mata kita. 

Nah trus bagaimana dong supaya 2017 bisa lebih genuine, asli apa adanya dan jujur. Coba aja mulai dari diri sendiri. Jauhi teman-teman penuh kepalsuan. Stop basa-basi yang membuat halusinasi para pakar palsu tersebut. Silahkan konfrontasi kepalsuan mereka kalau malas konfrontasi paling tidak unshare. Jangan dikasih makan umpan-umpan palsu mereka dengan pujian fana. Begitu juga dengan berita palsu dan hoax yang provokatif. Laporkan.

Tapi… sesekali bolehlah menikmati image-image instagram kehidupan palsu yang memanjakan otak naif kita sehingga sesekali berdecak kagum. Anggap saja aspirasi kehidupan. Asal jangan sampai kita pun terseret arus palsu tersebut. Lagian kalau lihat kehidupan palsu mau melapor ke siapa? Paling cuma bisa sebatas share ke group WA. Bener kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s