Penghindar Anti Ribet

If you can’t compromise, just run away. Avoid it. Don’t confront. Some things better left unsaid. 

Really? Apa bener hal yang seharusnya lo komunikasikan karena ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya didiamkan saja? Sebagai orang Indonesia budaya konfrontasi itu tidak umum. Sebagian merasa terlalu blak-blakan. Sebagian bilang itu hanya memecah belah hubungan. Makanya banyak prefer ngomong di belakang. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari bergunjing, bergosip, ghibah, apapun itu asal jangan langsung ke orangnya. Perilaku terlalu ‘direct’ itu terlalu mengaggetkan untuk banyak orang sehingga ‘ngomong di belakang’ less awkward daripada di depan orangnya. Padahal menurut gue ini adalah sikap pengecut.

Trus apakah hasil yang diharapkan pada saat konfrontasi? Konfrontasi juga bisa menyebabkan perselisihan pada saat salah satu pihak tidak suka di konfrontir. Tapi tanpa konfrontasi itu sama saja dengan membiarkan seseorang tanpa ada ‘pembenaran’ akan suatu sikap atau kebiasaannya yang tidak kamu setujui.

1. Postingan hatred dan hoax. Mungkin dari circle of friends kita ada yang melakukan ini dan kita unshare instead of langsung berkata tidak setuju dengan postingannya. Alasan kita biasanya adalah ‘postingannya hal yang sensitif, malas argumen’ atau ‘ngggak ikutan ngomomgin politik/agama’. Tapi tanpa memberi konfrontasi kepada mereka ini lama kelamaan bablas dan mereka semakin meraja lela karena mereka cuma dikelilingi oleh orang-orang yang memberikan approval atas perilaku mereka.

2. Teman yang ngehe. Seorang teman yang ngehe dan mau getting the best from us tapi nggak mau timbal balik dan nggak mau repot adalah tai. Dan biasanya sifat ini baru akan kelihatan setelah lo berteman cukup lama dan lo bisa lihat seberapa ngehe dia pada saat lo berpegian bareng dalam waktu yang cukup intense. Apakah kamu akan menghardik ke orangnya langsung? Kalau kamu masih peduli mungkin itu perlu, tapi kalau kamu pun tidak mau repot menjaga hubungan pertemanan itu, nggak perlu lah. Artinya kamu sudah tidak peduli lagi untuk menjaga hub pertemanan tersebut.

2 hal tersebut gue rasa yang kita temukan sehari-hari. Banyak orang yang selalu kabur menghindari konfrontasi, bahkan untuk compromise pun mereka malas, orang seperti biasanya cuma cocok tinggal sendiri di hutan. Pada setiap hubungan saat hal mulai menjadi sedikit rumit dan dia merasa direpotkan / diribetkan dia lari, menghindari, diam seribu kata, menunggu sampai semuanya reda. Jangan. Jangan jadi orang seperti itu. Tapi kalau kamu yang berhadapan dengan orang seperti ini pilihan mu cuma dua; kalau kamu mau maintain hub mu, konfrontasi lah, tapi kalau kamu mau buang orang ini dalam hidup mu, biarkan saja dia menghilang ketiup angin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s