Beijing

Banyak hal negatif yang sebelumnya gue dengar soal Cina (negara) ternyata tidak selalu benar. November lalu gue menyempatkan diri ke Beijing, terimakasih Malaysia Airlines dengan tiket promonya, modal 3,3 juta return, walaupun pelayanannya buruk dan deg-degan di pesawat, sampai dengan aman ke tujuan. Banyak yang skeptis, ngapain sih ke Beijing? Jorok tahu, toiletnya kotor, orangnya kasar, seradak seruduk, belum lagi kotanya nggak ada apa-apa, nanti lo ditipu orang lho di sana. Dan serentetan ketakutan lainnya mengenai negara Cina alias Tiongkok. Wajar sih, banyak pemberitaan negatif tentang turis Cina di mana-mana. Dengan berkembangnya ekonomi Cina secara pesat dalam beberapa dekade belakangan, middle class Cina juga tumbuh dan mereka memiliki daya beli tinggi yang kalau kata orang Jakarta, banyak OKB nya. Orang Kaya Baru. Munculnya OKB yang rajin traveling ke mana-mana ini bak jamur di musim hujan, banyak dan berkelompok-kelompok pula. Stereotype kasar, berisik dan seenaknya itu memang tergambar dari para turis manca negara ini, jadi akhirnya seluruh penduduk Cina identik dengan cap ini.

Tapi kali ini kita bicara soal Beijing si ibu kota. Memang gak semua dari turis manca negara tadi datang dari Beijing, kan Beijing harusnya lebih civilized penduduknya. Cina kan luas, jadi bisa saja mereka datang dari entah propinsi apalah. Penduduk Beijing tertib dan orang-orang yang gue temui cukup ramah. Mereka sangat direct dan kadang berusaha getting the best out of us, misal, ada pilihan bus taxi atau limousine dari airport, karena kita buta aksara, mereka akan sengaja mengajak kita memilih yang paling mahal. Hal-hal kayak gini sering gue alami. Walaupun ada yang ‘nakal’, Beijing, adalah sebuah kota yang maju, perpaduan sempurna antara modernisasi dan sebuah kultur historis ribuan tahun. Dari kota tua sampai forbidden citynya, Beijing adalah sebuah kota yang luas. Luas dalam arti, jarak satu tempat ke tempat lain itu rada jauh, jalanan yang lebar, bahkan pusat perbelanjaan yang luar biasa besar. Masih terlihat pengaruh sosialis komunis di mana-mana, termasuk dari design bangunan dan metro bawah tanah. Tapi surprisingly, sisi modern dan muda dari   Beijing juga sangat vibrant dan  cukup seru untuk dijelajahi. Dari toko sneakers sampai coffee shop hipster anak muda Beijing juga not bad looking at all. Bahkan club mereka, Destination,dengan dua lantai dan ruangan-ruangan dan international DJ jauh dari bayangan gue soal Beijing yang kaku. Dan gue tidak menemukan toilet kotor dan jorok (kecuali di kota tua) selama di sana. Hotel modern dengan fasilitas mewah pun lumayan terjangkau harganya. Pupus sudah stereotype tentang Beijing. Gue sih mau traveling lagi ke sini.


Seorang tour guide yang menemani private tour kita di Great Wall of China cerita kenapa orang Cina selalu bersuara keras kalau bicara satu sama lain. Itu disebabkan karena banyak orang tua yang mengalami masalah pendengaran, jadi mereka bersuara satu sama lain lebih kenceng daripada orang normal dan menjadi satu kebiasaan. Ternyata ada penjelasannya. Gue rasa skeptisnya media barat akan Cina muncul karena persaingan ekonomi dan Cina adalah raksasa super power yang siap melumat negara barat yang ekonominya tengah terseok seok terutama Eropa. Nggak heran kalau pemerintahan Jokowi menyambut baik investasi dari Cina. Bahkan Hollywood pun sekarang penuh dengan film bertema Mandarin. Misal Great Wall Matt Damon.

Hal yang gue sayangkan adalah polisi udara yang masuk ke level hazardous. Karena tiupan pasir dari gurun Gobi dan asap dari pabrik di sekitar Beijing membuat kota ini sangat berbahaya buat pernapasan. Tapi kalau ditawarin balik lagi mau banget sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s