Pribadi Luar Biasa dan Dayang Dayang Penuh Kepalsuan


Florence Foster Jenkin. Sebuah film yang dibintangi Meryl Streep yang diangkat dari kehidupan nyata seorang sosialita New York legendaris yang kepedean dengan suaranya dan kemudian mengadakan konser tunggal sebagai penyanyi opera. Film ini menggambarkan tentang lingkungan si bintang Florence Foster Jenkin yang selalu berpusat kepada dia dan dia. Lingkungannya (orang-orang terdekatnya) menyembunyikan sebuah kenyataan bahwa suaranya tidak sebagus (cenderung ancur) yang dia kira. Sayangnya nggak satupun yang berani membuka mulut untuk mengkonfrontasi si kesayangan mereka ini. Intinya Asal Ibu Senang. 

Kondisi ini sering sekali kita temui pada sebuah lingkungan sosial yang mengagung-agungkan sosok tertentu. Kiri kanan yang takut berkata jujur membuat sosok yang diagungkan ini halusinasi. Susah melihat kenyataan. Lingkungan terdekat ini dengan diam menciptakan gajah pink dalam ruangan tapi nggak satupun yang membicarakannya. Dan terlebih lagi sosok yang diagungkan ini membawa kelemahan, kekonyolan dan ketololannya ke mana-mana. Namun karena tidak pernah ada yang namanya kritik sosial, dia tidak menyadari sampai suatu saat orang yang genuine dan jujur melempar kenyataan pahit itu ke muka nya. Kalian pasti inget kisah raja bodoh dan baju transparannya kan? Karena lingkungan istana isinya penakut, fake dan nggak mau dikatakan bodoh oleh rajanya, si raja pun kepedean pamer baju transparannya di khalayak publik. Alhasil raja jadi bahan ketawaan publik.

Hal-hal begini banyak sekali di lingkungan sosial kita. Misal SBY dan lagu-lagunya, si manusia baju ungu dan topi cowboynya, para pemuda-pemudi yang berpikir dia foto model di instagram dan seribu kenyataan pahit lain dari orang-orang kepedean yang perlu diingatkan berkali-kali “kurang-kurangin ya!!!”. Kita juga perlu berkaca dan bertanya ke teman-teman kita untuk berkata jujur apakah ada hal-hal yang ingin dia sampaikan mengenai diri kita, sehingga kita bisa mengoreksi sebelum akhirnya publik mengkoreksi kita. Carilah lingkungan yang genuine. Apa adanya. Sulit, karena seperti yang gue post sebelumnya, bahkan 2016 saja adalah tahun yang penuh kepalsuan dan agaknya tahun 2017 ini belum banyak berubah. 


Gue rasa ini yang terjadi dengan Donald Trump. Pasti jarang ada yang mengoreksi keputusannya dan cara pikir piciknya mengingat kiri kanannya adalah orang-orang yang mengaggungkan dia. Sehingga pada suatu ketika, kritik publik pun bukan lagi suatu kebenaran buat dia. Ingat Miranda Sings di Netflix yang halu itu kan? Doi delusional grandeur karena didukung pamannya habis-habisan untuk nyanyi di YouTube padahal suaranya kacau. Tapi nggak ada yang berani bilang karena dia bisa ngamuk kalau dikritik sampai akhirnya dia baca komen di YouTube. 

Jadi orang yang fake itu bisa menjerumuskan orang lain lho. Coba deh sekarang jangan jadi orang yang palsu dan berani jujur dan berbicara apa adanya.


Nah mulai sekarang, katakan busuk bila busuk. Katakan baik bila baik. Sebelum akhirnya hal yang busuk itu tidak lagi bisa dikoreksi dan mengambil posisi penting di kehidupan banyak orang.

Amsal 27:5

“Lebih baik teguran yang nyata nyata daripada kasih yang tersembunyi”

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Cantik kali aah! says:

    Okehh… Gw akan ngomong apa adanya mulai saat ini! 💪🏻

    Like

  2. Allen Tan says:

    Satu artikel yang pas buat mereka yg selalu takut buat speak up their minds. Jujur mulai sekarang!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s