Iman dan Otak

Keimanan harusnya berjalan lurus dengan akal sehat. Artinya, saat keimanan gue diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan akal sehat gue, gue serta merta akan menolak untuk melakukannya. Mungkin banyak yang berusaha mengimani sesuatu yang sejalan dengan akal sehat akhir-akhir ini namun penuh tantangan dan menciptakan perdebatan di sana-sini. Karena banyak hal yang berhubungan dengan iman secara spiritual hubungan nya dengan Tuhan di campur adukkan dengan uang, kekuasaaan, sentimen dan meminggirkan kemanusian sehingga keraguan berkecamuk di kepala sebagian orang. Sebagian yang penuh keyakinan dengan prinsip keagamaan bersiteguh untuk mematuhi dan mengartikan himbauan dogma agamanya jika perlu toleransi terhadap orang yang tidak seiman dipinggirkan, sampai lupa bahwa ia pun punya teman bahkan saudara yang berbeda keyakinan. Lupa bahwa ia pun hidup dan mencari makan di bumi yang mengakui perbedaan keyakinan, bumi yang menjadi kaya karena perbedaan.

Akal adalah pembeda manusia dengan binatang dan makhluk lain. Akal kita ini mengajarkan kita untuk mengerti mana yang benar dan salah, baik dan buruk, bahkan belajar mengasihi, mencintai, belajar, berkomunikasi, membuat sebuah interaksi dan saling menghormati. Sebagai manusia yang berkehendak bebas, dan bukan budak, tidak dimiliki oleh siapapun, baik pikiran dan jasmani, kita bebas untuk berpikir menggunakan otak kita untuk memiliki penghidupan lebih baik, berbudaya dan penuh kasih. Menggunakan akal sehat kita dalam konteks apapun, termasuk dalam berkepercayaan menjadikan kita manusia bebas, berkehendak bukan budak dan bukan binatang.

Memang kebebasan kita terbatas dalam order dan aturan untuk hidup bersama, tapi akal pikiran tidak akan bertentangan karena akal pikiran tahu bahwa order dan aturan dibuat untuk kehidupan yang lebih baik berdasarkan akal sehat. Aturan atau order pun sedemikian maju tahun demi tahun masa demi masa, selalu ada perkembangan yang lebih baik ke arah yang lebih baik untuk kepentingan banyak orang dan tentu saja kemanusiaan. Lihat saja aturan tentang diskriminasi kulit hitam pada masanya, yang sekarang tentu saja semua ras berhak memperoleh penghidupan yang sama. Akal sehat kita berkembang sesuai dengan kemajuan jaman dan perubahan-perubahan pada dunia. Sementara keimanan dalam dogma agama tidak selalu berkembang sejalannya dengan waktu. Dan kondisi dunia berubah, apakah keimanan dalam institusi agama kita tadi mampu berselarasan dengan apa yang terjadi di dunia saat ini? Jangan buru-buru marah karena gue sebut agama, tulisan ini ada untuk mengajak kita berpikir.

Saat penggunaan akal disingkirkan untuk mengamini beberapa hal karena dogma kepercayaan dan bertentangan dengan kemanusiaan, manusia tak lebih dari budak. Diperbudak oleh dogma. Saat akal berkata ‘kayaknya ada yang salah dengan dogma ini’, jangan hiraukan. Keraguan adalah sebuah signal untuk kita beripikir. Harus diakui banyak orang menaggap sebuah keraguan adalah dosa. Mempertanyakan? lebih dosa lagi. Ini dosa yang paling besar. Tapi akal sehat juga punya suara. Jangan kamu remehkan akal sehat kamu saat di kepalamu muncul pertanyaan dan keraguan akan dogma kepercayaanmu. Coba dengar akal sehat kamu, apakah keimanan mu sesuai dengan kondisi dunia saat ini? Apakah keimanan mu bertolak belakang dengan nilai kemanusiaan? Apakah kamu sebagai manusia yang hidup di dunia dengan berbagai jenis dan budaya, merasa keimanan kamu yang paling benar di muka bumi? Bagaimana dengan mereka yang lain? Apakah akal sehat mu tidak tergugah untuk berusaha berpikir saat mereka di luar sana kamu katakan kafir dan kamu musuhi, kamu bedakan, karena cara berimannya beda dengan kamu? Sementara mungkin mereka yang kamu bilang kafir itu punya penghidupan lebih baik, lebih berbudaya, lebih canggih, lebih pintar, lebih bermoral, lebih tulus dan jujur? Kalau keimanan membuat kamu lebih superior dari manusia lain sementara kenyataannya tidak, saatnya kamu cek akal sehatmu. Masih bisa berfungsi tidak?

Di sini yang saya bilang punya iman itu harus. Mati akal sehat jangan. Biar iman dan akal berjalan beriringan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s