Manisnya Hidup atau Asam Garam Kehidupan?

Dunia ini penuh paradox yang seringkali membuat kita tergoda untuk merenungkan kembali jangan-jangan apa yang kita yakini selama ini salah. Teeeet bukan. Kali ini bukan agama. Kali ini kita bicara mengenai gula. Ternyata gula yang begitu manis, yang menjadi esensi makanan dan minuman yang mengisi waktu-waktu makan dan ngemil kita, bisa dibilang berbahaya bagi tubuh. Walaupun kadar gula saat dikonsumsi dengan porsi yang aman tidak akan merusak tubuh, namun gula ini ternyata memilki efek jangka panjang yang tidak baik, apalagi buat orang-orang seperti gue yang suka sekali makanan manis seperti cakes dan teman-temannya. Makanya gue bilang paradox, saat orang bilang hidup semanis gula, ternyata hal yang manis berbahaya. Dan entah kenapa karena gue baru sadar kalau gula itu berbahaya, idiom ‘makan asam garam kehidupan’ jadi sebuah ekpresi kebijaksanaan dan kedewasaan. 

Keluarga gue sendiri punya histori diabetes turun termurun yang membuat sebagian mereka memerlukan injeksi insulin yang mereka simpan di dalam kulkas. Agak bergidik melihat suntikan-suntikan insulin itu. Bagaimana dengan gue? So far gula darah gue selalu dalam titik aman, tapi pada saat selesai makan dengan nasi, badan ini selalu diserang ngantuk akut yang membuat sekujur tubuh lemas dan seperti mau pingsan. Kondisi yang berbahaya saat mengendarai mobil. Gue pun belum pernah memeriksa lebih jauh. Tapi dari yang gue baca, kondisi ngantuk seketika itu dipicu oleh produksi insulin oleh pankreas saat karbohidrat masuk dan saat produksi insulin berlebihan, badan akan menjadi ngantuk karena dipicu juga oleh hormon serotonin yang berlebih yang terpengaruh oleh insulin tadi.

Jadi sekian lama gue sering tertidur pulas sektika selesai makan itu karena glukosa oleh gula dan karbo tadi berlebihan dalam tubuh. Bahkan trigliseril gue mencapai titik yang berbahaya. Dan berat badan yang di atas 100 ini sudah mencapai titik yang bahaya. So I have to do something. Kecintaan gue akan roti, mie goreng dan berbagai cakes harus dibuang jauh-jauh. Lupakan minuman makanan manis dan berbagai cemilan. Beberapa minggu terakhir ini gue pun mendengar tentang ketosis. Penasaran dengan ketosis itu apa, gue mencoba membaca satu per satu artikel yang ada di internet, bertanya dengan orang yang menjalaninya. Dan akhirnya memutuskan untuk mencoba. Tubuh hanya boleh mengkonsumsi lemak sekitar 70-80% dan membatasi karbo sampai 20-30 gram perhari. Basically 20-30 gram itu cuma didapat dari sayur, bukan nasi. Lemak 80% dari total asupan sehari? Bahaya ngga sih? So far yang gue tahu, banyak jenis lemak yang aman, misal avocado salah satunya. Dan masih banyak yang lainnya sih, walapun jujur aja agak challenging menentukan menu makan malam atau makan siang. 

Cara kerja si keto ini basically, badan menggantikan lemak sebagai pengolahan energi yang biasa didapat dari karbohidrat dan gula. Nah ternyata kondisi tubuh yang menggunakan lemak ini sebagai energi adalah fase ketosis. Mencapai fase ketosis butuh waktu seminggu bahkan sebulan, sampai akhirnya tubuh terbiasa dengan tidak hadirnya glukosa dalam badan. Pada saat badan memerlukan lemak, maka badan akan membakar lemak di badan kita menjadi energi. 

Cut the crap, I mean carb. Ini adalah hari ke-5 tanpa gula. So far baik-baik saja walaupun hidung ingusan bagai kobochan dan alergi kambuh semua. Tapi katanya itu healing process. Dibantu dengan berpuasa setelah jam 8 dan berbuka setelah jam 12 siang, badan entah kenapa tidak merasa lapar. Enteng namun jam l0 malam sudah mengantuk, jadi tidur lebih awal untuk mencegah drop. Di antara jam makan pun, tidak ada rasa lapar, cuma sedikit craving ngunyah aja, jadi gue selalu sedia avocado di kantor. Aneh, tapi so far turun 1 kg. Mampu nggak gue mengubah kebiasaan yang menahun mengkonsumsi gula? Nggak tahu deh. Mungkin bisa! Harus bisa sih. Bukan cuma demi lingkar pinggang tapi demi menghilangkan kebiasaan mengantuk di sembarang tempat. Rasanya ini saat yang tepat untuk makan asam garam kehidupan dan melewatkan manisnya hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s