Udik Teknologi

Apa sebuah kata yang menggambarkan sebuah kenyataan bahwa orang Indonesia itu kaget teknologi. Terutama kaget media sosial. Udik? Itu kata yang tepat mungkin. Mirip kampungan tapi artinya sepertinya lebih dalam. Kampungan mungkin bisa jadi ada sedikit naif yang berperan di situ. Tapi udik adalah sebuah perilaku yang gagap akan sesuatu tapi sok tahu dan tidak mau belajar. At least itu terjemahan menurut gue. Semacam bodoh yang dibumbui dengan rasa ngeyel dan bebal tanpa peduli dengan orang lain dan tanpa etika. 


Akhir-akhir ini entah karena imbas politik atau apa, banyak orang udik yang menyuarakan pendapatnya di berbagai kanal media sosial. Orang udik ini jarang sekali berbagi pendapatnya dengan kata-kata yang terstruktur dan artikulatif. Tapi ya seadanya saja, dibungkus dengan makian dan kata-kata kebun binatang kadang, sedikit ancaman, judgemental dengan nada self-righteous dan terkadang namun sering, membawa-bawa agama dalam kalimatnya. Sebuah hal yang simple sampai politik bisa dikomentari oleh manusia udik Indonesia dengan nada yang sama seperti di atas. Udik bukan berarti dia hidup di desa atau kampung. Banyak juga orang di desa dan kampung yang tidak gagap teknologi dan bahkan lebih beretika. Orang udik ini banyak tinggal di suburban Jakarta, 2nd tier dan 3rd tier cities di Indonesia bahkan kadang di sekitar kita juga. Kita harus waspada terhadap teman-teman kita yang ternyata di media sosial sangat udik.

Orang udik dan gagap teknologi ini bersembunyi dari balik nama samaran dan foto samaran di Facebook (walapun kadang lupa menggunakan ‘about me’ di profile dengan identitas asli). Karena minimnya sanksi baik sosial dan hukum dari keudikan orang-orang ini di media sosial, mereka cenderung cuek dan tetap mempertahankan perilaku udik ini. Orang udik yang bodoh, karena minimnya logika yang digunakan apalagi dicampur dengan fanatisme agama, jadilah orang udik akut. Di mana kemudian mereka dengan leluasa nyinyir, membully, menghakimi orang lain di kolom kolom komentar. Orang Indonesia itu trolling* nya beda. Orang Indonesia kalau pakai agama trollingnya macam tak terkalahkan. Karena setiap trolling bawa-bawa agama manusia udik ini merasa komentar mereka adalah komentar dari Tuhan. Orang udik dengan gampang termakan fitnah internet, menggemari konspirasi teori yang bahkan logika sulit untuk menerimanya dan nggak segan-segan menyerang ramai-ramai orang yang bersebrangan dengan mereka. 

Kita semua bisa jatuh ke jurang keudikan, jurang hitam tak berdasar yang jauh dari elegan, rendah dan tidak bermartabat itu. Di dalamnya penuh dengan kebodohan-kebodohan abadi. Hanya satu atau dua manusia saja yang bisa lolos dan memanjat jurang ini. Itu pun mereka bisa memanjat karena otak mereka mulai bekerja dan mata mereka mau terbuka memahami orang lain. Jadi jangan sampai kita terlena dan jatuh ke dalam jurang keudikan ini.

Apa yang harus kita lakukan untuk tidak menjadi kaum udik nan gagap?

1. Pikir dulu baru komentar. Menggunakan otak memang bukan kemahiran setiap orang, tapi menahan diri adalah sebuah sikap bijak. Mengirimkan komentar penuh kebencian tanpa tanggung jawab bisa menjadi bumerang bagi yang menulisnya. Memang tidak semua berakibat fatal tapi cepat atau lambat ketololan kita bisa terungkap saat kita tidak mau menahan diri.

2. Kalau tidak ada yang lucu dan tidak menyenangkan untuk dikatakan lebih baik diam. Banyak orang berkomentar karena hanya ingin berkomentar. Tapi kalau berkomentar akan menyinggung orang lain, ujung-ujungnya cap udik itu akan mucul di jidat kita dengan cepat. Lebih baik diam saja. Diam itu emas! 

3. Lihat manfaatnya. Orang Indonesia memang banyak yang memiliki waktu luang dan bingung mau memanfaatkan dengan kegiatan apa. Kalau komentar di media sosial itu tidak ada manfaat dan cuma merendahkan orang lain agar kita merasa lebih baik, lebih baik gunakan smartphone kita untuk masturbasi. Tidak ada yang tersakiti. Keudikan mu tidak akan terekspos dan kamu diam walaupun tangan sibuk. Emas dan puas.

4. Pisahkan agama dari pendapat mu. Jika doktrin agama adalah senjata mu dan kamu merasa superior bisa menyerang orang lain karena kamu pikir mereka kurang berakhlak, kamu dengan instan akan dilabel udik. Jidat kamu yang hitam lama-lama akan membentuk tulisan UDIK. Jadi lebih baik kamu mengamalkan agama untuk dirimu saja. Kamu jangan lupa, dosa kamu banyak juga yang belum diampuni. Mengingatkan dosa orang lain tidak akan mengurangi hitungan dosa mu lho.

5. Jauhkan tulisan-tulisan penuh konspirasi. Terutama yang berhubungan dengan, lagi-lagi, agama. Mengutip sumber dari pengarang tulisan yang penuh imaji tak berdasar akan membuat keudikan mu mendahului reputasi kamu. Buang segera buku-buku dibawah ini. Kecuali kalau menjadi udik memang hasrat terpendam mu.


Ingat, banyak jalan menjadi udik. Yang kamu perlu sadari adalah otak di kepala kamu, walaupun kadang kita tergoda untuk menjadi udik, otak adalah harapan kita karena memiliki fungsi untuk berpikir dan menimbang. Gunakan fungsi otak semestinya dan niscaya kamu akan tampil di dunia maya lebih elegan, penuh dengan integritas, terlihat pintar dan berguna buat nusa bangsa.

*trolling; make a deliberately offensive or provocative online post with the aim of upsetting someone or eliciting an angry response from them.

#orangudikakut #udik #masturbasi #diam #emas 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s