Definisi Sukses

Mungkin gue sudah pernah menulis bahwa flexibility itu adalah mata uang yang sangat berharga. Bisa menerima kondisi hidup dalam keadaan ups and downs, easy or hard, walaupun terkadang by choice, adalah hal yang sangat berharga. Keberanian untuk memulai sesuatu dalam kondisi sulit, atau menikmati jerih payah tanpa harus memaksa itu yang gue sebut flexibility.

Generasi lawas menganggap sukses itu adalah keberhasilan dalam bentuk materi, yang diagung-agungkan untuk dipertontonkan, makanya jangan heran lambang kesuksesan adalah rumah yang besar, mobil yang besar, mewah dan pagar yang tinggi. Bahkan pada saat kondisi keuangan tidak lagi mumpuni menopang kebesaran itu, keberanian untuk mengubah standar hidup tidak akan muncul karena sudah terlanjur ‘mempertontonkan’ standar hidup mereka ke kiri dan kanan. Ada peer pressure yang seakan-akan mengekang mereka untuk berubah.

Fuck standar sukses. Generasi sekarang harusnya bisa lebih berani menentukan sukses itu bukan standar yang sama dimiliki semua orang. Semua orang beda. Karena berbeda itu lah sukses harus nya adalah sesutu yang dinamis. Yang bisa dinikmati saat ini, namun bisa dinikmati jangka panjang, tapi definisinya pun mampu berubah-ubah tergantung cara melihat hidupnya. Sukses adalah progress dan sukses itu juga bisa dinikmati secara moral, experiential tapi tanpa berlebihan secara materi. Sukses adalah pengalaman bukan lagi benda atau simbol. Sukses adalah sebuah kegiatan atau aktivitas yang saat lo lakukan membuat lo bahagia.

Sebuah pengalaman minum teh yang nikmat di atas perbukitan Darjeeling adalah sukses si X. Membaca buku di kala weekend ditemani anjing kesayangan sementara anak sedang main lego adalah sukses untuk si Y. Membuka gerai bakery yang sudah lama jadi impian, walaupun kecil di sudut kota, adalah sukses si Z. Tapi ingat suskses itu hanya progress. Bukan tujuan akhir.

Nah jangan mau didikte orang lain dan mengikuti standar sukses orang lain. Sukses itu sangat personal dan kamu bebas mendefinisikan sukses mu seperti apa tanpa embel-embel kata orang, menurut orang, menurut temen, menurut tante X, menurut majalah Y, menurut ortu atau menurut tetangga. Toh saat kamu sukses di standar mereka atau kamu jatuh dan susah menurut standar mereka, sebagian besar mereka cuma jadi penonton makan popcorn di pojokan kok. Dengan mendefiniskan sukses mu secara berkala kamu tahu pasti kapan kamu mesti beradaptasi, berdiri dan mendefiniskan kembali standar sukses mu itu.

Jadi jika kamu masih mendamba-dambakan sukses memiliki rumah besar mobil mewah dan naik first class jangan-jangan kamu adalah produk generasi lawas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s