Sudah Siapkah Kita Keluar Rumah?

Juni 2020, pemerintah di berbagai negara dihadapkan dengan keputusan yang sulit. Membuka kembali semua kegiatan perkenomian atau tetap memberlakukan PSBB untuk menekan angka Covid-19 di Indonesia?

Seperti buah simalakama, dua-duanya adalah keputusan yang tidak mudah. Di satu sisi keputusan membuka kembali segala perniagaan dan mengizinkan fasilitas public digunakan lagi memiliki resiko yang berakibat kematian. Di sisi mata pedang lainnya memperpanjang PSBB membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan yang dampaknya sama-sama jauh lebih fatal.

Sepertinya pemerintah harus menelan pil pahit untuk membuka kembali semua kegiatan perekenomian dengan bersama berusaha menekan angka kematian akibat Covid-19. Angka infected yang besar sebenarnya bukan berarti juga harus diiriingi dengan angka kematian yang besar pula. Contohnya Malaysia yang memiliki angka infected yang tinggi; 7,629 kasus dengan angka kematian hanya 115 dibanding Indonesia; angka kematian 1,496 dari 24,538 orang yang confirmed infected by Covid-19 ini per tanggal 28 May 2020.

Sejak minggu lalu, Malaysia telah membuka lagi kegiatan ekonominya walaupun masih dengan kontrol yang ketat dan pengawasan yang ketat. Jika negara tetangga sudah mencopot lockdown terbatasnya, apakah nanti Indonesia bisa mengeksekusi dengan ketat ‘the new normal’ di lapangannya? Kenyataannya banyak sekali keputusan pemerintah yang kadang membingungkan. Misal pembukaan bandara beberapa hari sebelum Lebaran sementara ada pelarangan mudik. Atau dibukanya pasar seminggu sebelum lebaran padahal PSBB digaungkan secara ketat. Adanya ketimpangan kenyataan pada saat peraturan diberlakukan dan pelaksanaan membuat masyrakat di berbagai lapisan skeptis dan nekad untuk tetap keluar rumah.

Bagaimana dengan netizen Budiman yang berada di sekitar kita?

Kalau gue perhatikan ada beberapa tipe netizen yang bersuara mengenai kondisi yang akan diberlakukan Juni nanti ini.

1. Tipe paranoid penyebar teror takut.Bisa dimengerti menghadapi suatu yang tidak pasti adalah sebuah hal yang mengerikan karena hal seperti ini benar- benar di luar kontrol kita. Tapi skala keparnoan tipe orang seperti ini sudah sampai seperti menyebarkan rasa takut. Beberapa orang, secara harian mengupdate berita kematian yang menyamakan new normal dengan genocide misalnya, atau kedengaran seperti keyboard warior yang lantang menyuarakan “tetap di rumah!” walaupun tidak diiringi dengan solusi pasti akan nasib orang lain yang harus bekerja keluar rumah. Kadang mereka terdengar seperti judge Bao menghakimi orang di social media dengan postingannya, karena hanya mereka dan keparnoan mereka yang maha benar.

Biasanya orang tersebut memiliki profesi yang tidak terimbas langsung dengan Covid-19 sehingga ketakutan akan kehilangan pemasukan karena perpanjangan PSBB bukan lah hal yang mengerikan buat dia. Entah kapan kepanikan ini usai di kepala mereka, tapi kalau kamu menemukan orang seperti ini kamu punya dua pilihan; ikutan parno atau unfriend or mute semua keparnoannya. Negative Nancy is the last person that we would like to deal with in this situation.

2. Tipe extrovert yang sudah tidak sabar ingin keluar rumah dan berani menaggung segala resikonya. Mereka adalah petulang sejati yang sudah lama jiwanya terkungkung di rumah. Biasanya orang seperti ini ada yang secara discreetly mengupdate throwback traveling picturenya, ada juga yang sibuk membahas jadwal new normal dan apa saja yang mesti dilakukan di new normal ini. Jangan sampai antusiasme orang ini berlebihan dan ceroboh juga buru-buru untuk keluar rumah dan tidak mempraktekkan kebiasaan baik yang sudah dijalankan selama masa pandemic ini, dari selalu menggunakan masker hingga mencuci tangan setiap selesai menyentuh benda di public area.

3. Tipe bingung yang cenderung ‘mari kita lihat dulu situasinya’. Walalupun mall akan buka segera, tapi mungkin tipe-tipe ini akan menunggu 2-3 minggu hingga curva menurun dan angka harian tidak melonjak tinggi, Tipe bingung ini somehow excited karena bisa bertemu sanak saudaranya lagi nanti namun secara bersmaaan paranoid juga. Tipe bingung ini juga bisa kita lihat di berbagai keputusan pemerintah dan juga jajarannya.

Jadi, kita mesti bagaimana menyikapi this new normal ini? Ini suggestion dari gue:

1. Tidak panik dan tidak menyebar rasa takut. Ingat ada ribuan orang yang akan kehilangan pekerjaan saat PSBB tetap diberlakukan. We are not in the same boat. Ada orang yang bisa bisa aja di rumah kerjanya banyak yang membutuhkan interaksi dan kehadiran fisik di lokasi. Selama kamu masih di rumah ya dirumah saja sampai beberapa minggu mendatang.

2. Mengikuti instruksi pemerintah walaupun kadang membingungkan dan ikuti kebijakan kantor mu jika kamu harus masuk dan berusahalah untuk tetap bersih dan aman.

3. Hindari makan di luar rumah jika tidak perlu. Siapkan bekal dan alat makan untuk makan siang mu, sehingga kebersihan nya lebih terjaga. JIka kamu harus makan di resto atau mall, lebih baik take away dulu, namun jika lokasi tersebut memperlakukan social distancing, akan lebih ada rasa aman saat mengunyah makan siang mu.

4. Ada waktu dua bulan hingga akhirnya anak sekolah kembali masuk sekolah. Monitor terus kondisi teraktual.

5. Jaga kebersihan diri dan bawa kebiasaan baik selama pandemic ini untuk ke depannya.

6. Tidak dulu untuk bioskop atau event di ruangan tertutup karena berdempatan di udara yang sirkukasinya kurang cenderung berbahaya, hindari perhelatan dan mungkin sebisa mungkin ibadah di rumah.

7. Terus jaga imunitas diri sehingga kondisi badan tetap bugar.

8. Tahan dulu rencana kepergian dan jalan-jalanmu hingga Agutus awal. Mari lihat kondisinya apakah akan kembali normal dan aman.

9. Lindungi kelompok rentan dan yakinkan mereka bahwa saat ini berada di rumah lebih baik dibanding memiliki resiko terpapar Covid-19.

10. Terima kenyataan baru ini, make peace with the situation dan jauhkan diri dari kekecewaan dan kegagalan akan rencana-rencana mu. Jika business mu terkena impact dari pandemic ini segera lakukan strategi baru misal membuka toko online, untuk terus berkibar.

11. Miliki hobi agar tetap betah di rumah.

12. Jaga relationship mu dengan orang di rumah agar betah dan harmonis terus.

Nah sudah siap belum?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s